Do-Not-Call Registry (DNCR) to Protect Personal Data?

By: Sonny Zulhuda

In March, I featured in The Sunday Star (9/3/2014) reporting on the need to establish a “Do not call registry” to protect people’s personal information. The main issue discussed was to scrutinize an initiative to have a DNCR and its operational and legal challenges. The full report can be traced here.

Image

 

The question that was posed to me was: (1) How good is the idea of DNCR for Malaysian consumers? AND (2) Do you foresee any issues that might arise when they  implement this?

Here are my comments:

Data Privacy in Indonesia — Quo Vadis?

Oleh: Sonny Zulhuda

(Disadur dari Kolom Telematika di Detikinet.com terbit tgl 24/1/2011 disini)

boss-spying-on-youBerita tentang kemungkinan kebocoran (atau tepatnya pembocoran) 25 juta data pelanggan telekomunikasi di Indonesia merupakan sebuah isu yang perlu dicermati lebih dalam. Kejadian serupa telah menghantui komunitas pengguna dan pelanggan jasa telekomunikasi (termasuk e-commerce) di berbagai belahan di dunia.

Dengan berbagai inovasi teknologi informasi, data pribadi tidak lagi dilihat sebagai kelengkapan transaksi, namun telah menjadi komoditas bisnis. Tidak salah jika muncul anggapan bahwa tambang data (data mining) tidak lama lagi akan menjadi primadona bisnis menggantikan tambang emas yang makin terkikis ketersediaannya.

Inti permasalahan tentang kebocoran data konsumen terletak pada beberapa kesalahan berpikir yang perlu segera dikoreksi. Pertama, bahwa DATA (termasuk data pribadi) tidak seperti harta/aset yang memiliki sifat dan hak-hak terkait perlindungan properti (property rights). Kedua, bahwa hak melindungi kepentingan dan kehidupan PRIBADI bukan merupakan bagian dari hak asasi manusia.

Continue reading “Data Privacy in Indonesia — Quo Vadis?”