Cerdas Digital (1)

CERDAS DIGITAL (1)

Oleh: Sonny Zulhuda


Sejak masyarakat disibukkan berbagai isu terutama di alam maya dan media sosial, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam hal pergaulan digital kita. Yuk kita introspeksi.

Tanpa disadari, kita sering menyebarkan informasi tanpa meyakini validitas isi berita tersebut. Yang lucunya, kadang2 di ujung pesan tersebut ditambahkan dengan kata2: “apakah info ini valid/benar?” hehee.. Alih-alih ingin verifikasi, yang terjadi malah menyebarkan rumor, fitnah atau disinformasi publik.

Kalau memang ingin klarifikasi, ya jangan ‘nafsu’ langsung forward, apalagi kalau sdh berubah niat supaya dianggap ‘lebih update’  atau ‘punya koneksi’ (na’udzu billah)..

Jika pesan itu berupa pernyataan seorang tokoh masyarakat, maka sebaiknya ditanyakan dulu secara khusus ke pihak2 terkait baik sumbernya langsung, ataupun orang2 terdekatnya. Jangan langsung dilempar ke group! Itukan sama saja menyebar gosip ya ikhwan 🙂

Jika pesan itu berupa tautan/link ke sebuah sumber di Internet, maka kita bisa cek dan baca dulu link itu. Jangan2, lain di judul lain di isinya. Atau bisa jadi itu berita lama yg kebetulan dicocok2in dengan isu2 baru. Kalau rasanya masih blm yakin (misalnya karena kita meragui media penerbit berita tsb) maka kita bisa lakukan perbandingan berita secara simple, dengan melakukan Google search uyk keywordnya (kata2 kuncinya). Dari situ kita bisa ukur sejauh mana akurasi dan kredibilitas pemberitaan tsb.

Jika kita tidak bisa melakukan klarifikasi dan verifikasi diatas. Jangan lupa gunakan akal sehat dan common sense! Exercise your honest judgment. Malah kadang2, filter akurasi jika dikombinasikan dengan filter akal sehat akan semakin meningkatkan pertimbangan kita: yaitu filter kepatutan. Pertanyaannya nanti, tidak hanya ‘benar atau tidak’ tapi sudah menjadi ‘patut atau tidak saya sebarkan?’..’ perlu atau tidak saya share?’ Kadang pertanyaan ini sering luput dari pertimbangan kita.
Jika filter-filter diatas (akurasi dan kepatutan) sudah luput, maka yang terjadi adalah rentetan upaya klarifikasi dan koreksi atas pesan yang sudah terlanjur menyebar. Jika kelalaian ini terjadi pada anda, maka yang harus anda lakukan:

1. Segera sampaikan koreksi pesan tsb;

2. Mohon maaf atas pencatutan narasumber yang salah, dan

3. Mohon semua anggota group yg sudah ikut menyebarkan agar mengoreksinya juga di group2 mereka masing2.

Kok repot ya? Ngga repot kok, kita cuma perlu lebih cerdas digital saja. Jangan hanya hp kita yg ‘smart’, tp penggunanya juga harus ‘naik kelas’ hehe.. Gitu ya MasBro dan MbakSis..
Mari kita tunjukkan bahwa kita bukan robot alias buzzer digital, tapi kita adalah pengguna medsos yg berakhlak dan berkemajuan. Kemenangan bukan pada hasil, tapi lebih pada upaya menuju hasil itu.

Pesan medsos kita juga akan dipertanggungjawabkan kelak. Disitulah Allah sudah mengingatkan (mgkin tafsir progresifnya ‘menyindir’ – bukan benang merahnya ya) bahwa sesungguhnya “pendengaranmu, penglihatanmu, dan suara hatimu” (yg terakhir ini pas untuk ujaran digital kita) semuanya akan ditanyakan kelak tentang apa yg diperbuatnya.
Ayooo.. kerja lagi 🙂

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • November 2016
    M T W T F S S
    « Jul   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Visitor

    free counters

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1,575 other followers