A Note on Writing Academic Publications

By Sonny Zulhuda

UMP Talk

Picture: Seated beside the Dean of Faculty of Law, Universitas Muhammadiyah Palembang, Ibu Dr. Sri Suatmiati, S.H, M.Hum.

This note is an excerpt from a public lecture I delivered in Universitas Muhammadiyah Palembang on 17th September 2018, entitled in Indonesian: URGENSI JURNAL ILMIAH UNTUK PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERGURUAN TINGGI (The Urgency of Academic Publications for the Development of Human Capital in the Higher Learning Institutions)

Wahai para penghuni perguruan tinggi! Ingin tetap relevan dan tidak ditelan zaman? Menulislah dan publikasikan tulisanmu.

Karya ilmiah tidak berbeda dengan coretan di dinding Facebook: keduanya punya maksud dan menyampaikan maksudnya melalui kata-kata. Bedanya, yang pertama harus patuh pada norma metodologi dan logika. Adapun yang kedua, yah.. Tau sama tau aja 🙂

Di forum itu disampaikan bahwa publikasi ilmiahku saat ini ada lebih dari 60 paper. 15 diantaranya tercatat dalam buku Scopus. Ada yang bertanya, bagaimana memulainya?

Prasyarat utama bagi para akademisi kampus untuk bisa terus menerbitkan karya ilmiah adalah: “the inquisitive mind”. Yaitu fikiran kritis, yang senantiasa bertanya dan mempertanyakan demi mencari jawaban.

Untuk itu sangat penting adanya suplai informasi dan data, agar pertanyaan menjadi valid dan bukan mengulang apa yang telah ada. Suplai itu datang dari bacaan; baik teks maupun konteks. Buku, Internet, kedai kopi, jalanan, persekitaran bahkan pelarian sekawanan hewan bisa menjadi sumber informasi. Semakin banyak kita membaca, semakin banyak kita bertanya, dan semakin semangat kita berkarya.

Selebihnya adalah hal teknis: metodologi penulisan, gaya sitasi dan catatan kaki, serta tetek bengek editorial lainnya. Kuncinya adalah “D-E-E-E” yaitu “Draft, edit, edit and edit”.

Pesanku juga untuk para mahasiswa dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, bersinergilah antara profesor, dosen senior, dosen junior dan juga para mahasiswa.

‘Jelek jelek begini’ (don’t take it literally), para mahasiswa lah yang merupakan gudang ide-ide menarik dan segar, walau kadang agak lucu dan sedikit vulgar. Intinya, mereka ini selalu berpikir disruptif.

“If you want to go fast, go alone. But if you want to go far, go together!”

Related news: from Klikampera.com

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

  • September 2018
    M T W T F S S
    « Apr   Oct »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Visitor

    free counters

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1,596 other followers