LAW FOR ALL: Refleksi HUT RI Menuju Reformasi Hukum di Indonesia

Oleh: Sonny Zulhuda *

Pengantar

Bulan Agustus tahun 2003 ini menyaksikan Republik Indonesia memasuki tahun ke-58 kemerdekaannya dari penjajahan kolonial Jepang dan Belanda. Perayaan kemerdekaan ini mungkin bisa dikatakan sebagai perayaan yang paling meriah di seantero jagat. Bendera-bendera dikibarkan di gedung-gedung pemerintah, sekolah, kantor-kantor perusahaan, juga di rumah-rumah kompleks dan kampung, meskipunharus dipaksakan diatas atap. Mulut-mulut gang setiapkampung dihias dengan gapura dan umbul-umbul yang berwarna-warni. Stasiun-stasiun TV berlomba-lomba menyajikan acara khusus menyambut kemerdekaan. Lomba-lomba rakyat diadakan mulai dari kampung, komplek, sampai ke kampus. Yang tak kalah menarik, sebagian masyarakat merasa perlu melakukan ziarah, haul dan selametan di kubur-kubur pendahulu yang dianggap bisa memudahkan rejeki mereka.

Saking gregetnya perayaan ini, sampai-sampai seorang ilmuwan sastra dan sejarah Malaysia, Dr. Siddiq Fadhil dalam bukunya Melayu Baru merasa perlu menyebut fenomena itu untuk dicontoh oleh negara Malaysia dalam menyambut kemerdekaannya.

Sayangnya, lebih sering terjadi perayaan dan peringatan hari kemerdekaan Indonesia itu hanya menunjukkan fenomena romantisme sejarah. Memang, cerita kemerdekaan Indonesia telah meninggalkan berbagai cerita heroik dalam literatur perjuangan bangsa. Namun,lebih dari itu, kita perlu melakukan renungan lebih jauh, hendak kemana pembangunan bangsa diarahkan? Hendak diisi dengan perjuangan yang bagaimana kemerdekaan ini? Hendak dimulai dari mana? Pertanyaan-pertanyan inilah yang perlu kita perbaharui setiap kali kita memperingati hari kemerdekaan ini.

Uraian singkat dibawah ini mencoba menelaah situasi dan permasalahan hukum di Indonesia berdasarkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Perenungan ini akan diawali dengan kilas balik cita-cita negara hukum yang dicanangkan oleh para pendiri negara Republik Indonesia, dan akan dilanjutkan dengan beberapa permasalahan dan perkembangan reformasi hukum Indonesia ke depan. Tulisan ini tidak bermaksud mencatat seluruh perjalanan perkembangan sistem hukum di Indonesia, namun akan terkonsentrasi kepada beberapa permasalahan aktual dalam kerangka reformasi hukum nasional.

Continue reading

Advertisements

Election and the Voters’ Personal Data Privacy

By: Sonny Zulhuda

ag00163_

On Wednesday this week the Indonesian Embassy in KL held a ceremony officiating the upcoming-election committee and its secretariat. The Ambassador attended the ceremony and so did most of the embassy officials. I was invited as a witness for the proceeding as a representative of the community in Malaysia.

What led me to write here was particularly an issue (among so many) that came up in my discussion with several members of election committee and reps from participating political parties after the function: privacy right of the voters.

Continue reading

Sistem ‘Co-regulatory’ Penanganan Konten Internet di Indonesia

Oleh: Sonny Zulhuda

Dalam menangani kelestarian berekspresi di Internet, diperlukan infrastruktur pengaturan yang bisa berbentuk self-regulatory (pengaturan sendiri) atau state regulatory (pengaturan via perangkat undang-undang oleh pemerintah).  Namun dari itu semua, yang ideal adalah dengan pendekatan sinergis antara semua pihak yg terkait, atau para pemangku kepentingan (stakeholders). Pendekatan ini biasa dikenal sebagai ‘pengaturan bersama’ atau ‘co-regulatory approach’). Bagaimana pendekatan ‘co-regulatory’ bagi isu pemuatan konten bisa dilaksanakan di Indonesia?

Di Indonesia, tindakan pemuatan informasi yang menimbulkan permusuhan/kebencian, misalnya, berdasarkan agama, dapat dikenakan sanksi berlapis di bawah Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) dengan ancaman denda maksimal satu milyar rupiah dan/atau penjara enam tahun.

Continue reading

Kebebasan Berpendapat dalam Internet dan Perangkat Penanganannya

Oleh: Sonny Zulhuda

j0341636Pada bagian lain kita singgung tentang munculnya persinggungan antara masyarakat informasi dan etika yang hidup dalam masyarakat itu sendiri (lihat posting ‘Masyarakat Internet dan Etika Sosial’). Pada kenyataannya, masih sering terjadi dimana-mana gejolak dan perselisihan yang melibatkan pemuatan konten yang dianggap melecehkan, baik itu dilihat dari aspek sosial, agama, budaya, politik, dan lain-lain. Isu-isu seperti ini datang silih berganti. Apakah gejolak ini merupakan kutukan bagi masyarakat informasi?

Continue reading

Masyarakat Internet dan Etika Sosial

Oleh: Sonny Zulhuda

Beberapa waktu lalu perhatian kita tertuju kepada haru biru Internet di Indonesia. Belum selesai pihak Kepolisian Republik Indonesia menangani kasus prostitusi dan perjudian via Internet, masyarakat dikejutkan dengan terbitnya sebuah komik elektronik berbahasa Indonesia yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan menyakitkan hati umat Islam di negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini.

Continue reading

Pertanggungjawaban Penyedia Jasa Internet (ISP) di bawah UU Pornografi

 By: Sonny Zulhuda

UU Pornografi melarang pemuatan dan penyebarluasan Pornografi di berbagai media termasuk Internet. Masalahnya, seringkali pembuat atau pemasok pornografi di Internet adalah anonim alias tidak bernama atau beridentitas.

Hal ini sangat dimungkinkan mengingat fasilitas Internet seperti situs, blog, atau email pada umumnya tersedia secara gratis dan tidak memerlukan identitas asli pendaftar. Sementara data mutakhir di Indonesia menunjukkan mayoritas pengguna Internet memakai fasilitas umum seperti warnet, atau fasilitas kantor atau sekolah yang tidak diatur sistem aksesnya. Keadaan ini bisa mengaburkan identifikasi orang yang memproduksi, memuat atau meyebarkan pornografi di Internet.

Continue reading

Pengaturan Konten Internet: UU Pornografi vis a vis UU ITE

By: Sonny Zulhuda

Bangsa Indonesia sekali lagi mencatat peristiwa penting dengan lahirnya Undang-undang Pornografi (UUP) yang bertujuan menciptakan kepastian hukum atas penggunaan, penyediaan dan penyebaran produk dan jasa pornografi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Coretan kecil ini mencoba melihat beberapa tantangan implementasinya di ruang maya.

Continue reading

  • August 2019
    M T W T F S S
    « Jul    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Visitor

    free counters

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1,628 other followers